Infrastruktur SPKLU Dinilai Masih Minim, Minta Pemerintah Fasilitasi

banner 468x60

 

INDOREVIEW – Infrastruktur pengisian daya mobil listrik sudah seyogyanya menjadi perhatian besar. Sebanyak 46% responden menilai pemerintah perlu memperluas akses Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta ketersediaan bengkel resmi.

 Infrastruktur yang memadai dinilai mampu meningkatkan rasa aman dan kenyamanan pengguna kendaraan listrik.

Meski ada kendala, mayoritas pengguna merasa puas dengan pengalaman berkendara mobil listrik. Sebanyak 79% responden menyatakan sensasi berkendara lebih baik dibanding mobil konvensional.

Namun, 78% juga mengeluhkan durasi pengisian daya yang rata-rata memakan waktu enam jam, jauh dari harapan ideal satu hingga dua jam.

“Riset ini kami luncurkan untuk memberikan panduan berbasis data yang konkret bagi seluruh ekosistem. Temuan ini menunjukkan bahwa pengguna mobil listrik di Indonesia telah bergerak melampaui demam harga murah, tapi juga memprioritaskan faktor penggunaan hingga kebijakan untuk jangka panjang,” ucap Head of Research Praxis, Garda Maharsi di Jakarta, Kamis (14/08).

Maharsi menjelaskan ini menjadi tanda pasar yang semakin dewasa. “Harapan kami, data ini dapat menjadi jembatan yang menghubungkan ekspektasi pengguna dengan strategi yang akan diterapkan oleh produsen, pemerintah, dan penyedia infrastruktur, sehingga akselerasi adopsi mobil listrik berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” tutupnya.

Selain itu yang menjadi persoalan lain adalah soal hemat waktu. Rata-rata mobil listrik bisa menghabiskan waktu sampai enam jam lamanya untuk mengisi baterai secara penuh. Berbeda dengan harapannya yang cepat maksimal memakan waktu hingga dua jam. (Redaksi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *