INDOREVIEW – BYD Motor Indonesia melalui merek mobil listrik BYD dan Denza diserbu pembeli selama pameran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Show) 2025. Tercatat mobil pabrikan Tiongkok ini membukukan 4.195 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan).
Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan penjualan di GIIAS 2024. Jika dihitung datanya, pada GIIAS 2025 penjualan BYD naik hingga 44 persen.
Sejak diperkenalkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, BYD Atto 1 langsung menarik perhatian para pecinta otomotif Indonesia.
Mobil listrik bergaya small hatch back itu diposisikan sebagai model entry-level BYD yang menawarkan desain modern, fitur canggih, dan harga kompetitif di kelasnya.
Namun seiring kepopuleran mobil ini dan kemungkinan penjualannya yang tinggi, apakah harga murah BYD Atto 1 akan bertahan lama?
Sebagai informasi, saat ini BYD Atto 1 ditawarkan dalam dua varian dan harga, varian Dynamic dengan banderol Rp 195 juta jarak tempuh 300 km dan varian premium yang punya banderol Rp 235 juta dengan jarak tempuh 380 km.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menjelaskan, kenaikan harga di industri otomotif adalah hal yang wajar. Konsumen tak perlu khawatir kehilangan harga terbaik selama melakukan pemesanan di waktu yang tepat.
“Intinya begini, kenaikan harga itu di dunia otomotif sebenarnya lumrah-lumrah saja. Yang paling penting sebenarnya adalah sisi customernya, ketika dia membeli BYD Atto 1 dalam menit ini, hari ini, ya dia akan mengikat dengan harga tersebut, jadi tidak perlu khawatir. Kan banyak yang beredar di masyarakat lah ya Atto 1 akan naik 1 Agustus itu memberikan spekulasi yang berbeda kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia key point-nya itu adalah, momen di mana customer itu melakukan pemesanan. “Ya itulah harga yang mengikat dengan antara kustomer dan dealer kita kira-kira begitu,” imbuh Luther di saat kegiatan media test drive BYD Atto 1 rute Semarang-Solo-Yogyakarta (13/8/2025). (Redaksi)








